RSS

BIOLOGI

08 Apr

PROPOSAL PENELITIAN

MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SRIWIJAYA


Judul                                    : PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR BIOLOGI SISWA DENGAN MEDIA  ANIMASI  KOMPUTER  DI  KELAS X SMA N I INDERALAYA

Nama/Nim                        : Budi Maryanto/ 06053132010

Dosen Pembimbing   : 1.

2.

Pendahuluan
I.I    Latar Belakang
Kegiatan belajar siswa dapat terjadi apabila siswa ada perhatian dan dorongan terhadap stimulus belajar oleh karena itu guru harus mengerahkan segala sumber dan menggunakan strategi belajar yang tepat. Berdasarkan data hasil observasi yang dilakukan di SMA N I Inderalaya, khususnya di kelas XI IPA melalui angket dan dokumentasi berupa nilai hasil belajar siswa , didapatkan bahwa banyak siswa yang menganggap pelajaran biologi itu sulit, penyebabnya adalah kesulitan dalam memahami konsep- konsep biologi. Kesulitan dalam memahami konsep ini selain dipengaruhi oleh faktor pribadi yang kurang tertarik dalam mempelajari biologi, juga dipengaruhi oleh keterbatasan media yang digunakan guru dalam mengajar sehingga kurang mampu membantu guru dalam menanamkan konsep-konsep biologi kepada peserta didiknya.Hal ini mengakibatkan timbulnya kejenuhan bagi para siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar biologi di sekolah yang berakibat pada nilai – nilai hasil belajar siswa yang kurang memuaskan, berdasarkan data hasil belajar biologi siswa kelas X di SMA Negeri 1 Inderalaya yang diperoleh dari guru biologinya menerangkan bahwa hasil belajar siswa untuk proses pembelajaran pada semester ganjil periode 2008/2009 masih rendah yaitu lebih dari 50% siswa memiliki nilai kurang dari 65 . Sedangkan standar ketuntasan belajar adalah 85 % siswa mendapat nilai lebih besar atau sama dengan 65 (≥ 65).

Menurut Wiryokusumo(2002:8), media animasi komputer merupakan inovasi pembelajaran dengan teknologi komputer supaya materi yang disampaikan lebih menarik,sehingga siswa mudah memahami pelajaran yang disampaikan.Media  animasi komputer dalam proses belajar mengajar biologi, diharapkan dapat membantu siswa dalam memahami konsep – konsep biologi yang bersifat abstrak, karena media ini dapat menampilkan animasi yang dapat menjelaskan konsep – konsep biologi yang bersifat abstrak tersebut, sehingga menjadi lebih  konkrit, dengan penggunaan media animasi komputer diharapkan dapat membawa perubahan yang lebih baik bagi hasil belajar siswa. Sebelumnya telah banyak dilakukan penelitian tentang media animasi komputer untuk pengajaran semacam ini,seperti ; Pengaruh Media Visualisasi Animasi Komputer terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Pokok Bahasan Ikatan kimia di Kelas X di SMA Negeri 10 Palembang(Hartati,2007:i), kemudian Penggunaan Multimedia Interaktif Dalam Pembelajaran Hidrokarbon di Kelas X SMA N I Inderalaya (Oktaviani,2008:i) dan lain -lain. Oleh sebab itulah maka peneliti berharap bahwa media animasi komputer ini dapat mengatasi permasalahan belajar yang terjadi di kelas XI IPA SMA N I Inderalaya.

Berdasarkan latar belakang di atas peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul ”Peningkatkan Prestasi Belajar Biologi Siswa Dengan Media Animasi Komputer Di Kelas X SMA N I Inderalaya”.

1.2     Rumusan Masalah

Apakah dengan menggunakan Media animasi komputer dapat meningkatkan prestasi belajar biologi siswa kelas X SMA Negeri 1 Indralaya?

1.3.      Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

Untuk mendapatkan data empiris (kuantitatif) peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran biologi di kelas X SMA Negeri 1 Indralaya.

1.4.      Manfaat penelitian

  1. Bagi siswa
    1. Dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam belajar biologi.
    2. Dapat meningkatkan prestasi belajar biologi siswa kelas X SMA Negeri 1 Indralaya.

2.  Bagi guru

  1. Menjadikan mengajar sebagai kegiatan yang menyenangkan dan efektif.
  2. Sebagai salah satu media pembelajaran alternatif  yang mampu mendukung  tercapainya tujuan pembelajaran .

3. Bagi sekolah

a. Memberikan sumbangan pemikiran bagi sekolah yang bersangkutan untuk  meningkatkan prestasi belajar siswa pada khususnya dan kualitas pendidikan pada umumnya.

Tinjauan Pustaka

2.1       Media Pembelajaran

Menurut Hamalik (1994:12),media pembelajaran adalah alat,metode,dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan di sekolah.Berdasarkan jenisnya media pembelajaran terbagi menjadi :

  1. Media audio yaitu media yang dalam penyampaiannya didasarkan pada indera pendengaran. Seperti : radio, cassette recorder, dan piringan hitam.
  2. Media visual yaitu media yang dalam penyampaiannya didasarkan pada indera penglihatan, seperti : media grafis, poster dan alat peraga.
  3. Media audio visual yaitu media yang penyampaiannya didasarkan atas indera pendengaran dan indera penglihatan, seperti : televisi, film suara, Sound proyektor dan video.

Pendapat ini didukung juga oleh Arsyad (2002:3) yang menyatakan bahwa media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap,memproses dan menyusun kembali informasi visual dan verbal.Pada proses belajar mengajar,kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting karena dalam kegiatan tersebut ketidakjelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Kerumitan bahan yang akan disampaikan kepada anak didik dapat disederhanakan dengan bantuan media. Media dapat mewakili apa yang kurang mampu guru ucapkan melalui kata-kata atau kalimat tertentu, bahkan keabstrakan materi dapat dikonkretkan dengan kehadiran media sehingga anak didik lebih mudah mencerna bahan daripada tanpa bantuan media.

2.2       Animasi Komputer

Menurut Hamalik (2001:236),komputer adalah suatu medium interaktif,di mana siswa memiliki kesempatan untuk berinteraksi dalam bentuk mempengaruhi atau mengubah urutan yang disajikan.Komputer merupakan mesin yang dapat memecahkan masalah bagi manusia dengan memberikan instruksi-instruksi kepada mesin itu.Berdasarkan  defenisi di atas maka komputer baru dapat bekerja atau memberikan informasi setelah ada program.Untuk memvisualkan sesuatu dengan bantuan komputer,dapat kita gunakan program animasi,menurut Adjie (2005:35),animasi adalah suatu perubahan yang terjadi pada objek,dalam jarak dan waktu yang tertentu.Perubahan dapat berupa perubahan posisi, bentuk dan warna.Dengan demikian dapat diartikan bahwa animasi adalah gagasan atau pesan yang diungkapkan dengan gambar,tulisan (angka dan kata), peta, grafik dan sebagainya yang dibuat hidup/bergerak.

2.3 Program Macromedia Flash Profesional 8

Macromedia Flash Pro 8 adalah program animasi yang telah banyak digunakan oleh para animator untuk menghasilkan animasi yang profesional. Keunggulan dari Macromedia Flash Pro 8 dibanding program lain yang sejenisnya antara lain :

  • Dapat membuat tombol interaktif dengan sebuah movi atau objek yang lain.
  • Dapat membuat perubahan transparansi warna dalam movie.
  • Dapat membuat suatu perubahan animasi dari satu bentuk ke bentuk lain.
  • Dapat membuat gerakan animasi dengan mengikuti alur yang telah ditetapkan.
  • Dapat dikonversi dan dipublikasikan kedalam beberapa tipe, diantaranya .swf, .html, .gif, .jpg, .png, .exe, .mov.
  • Dapat mengolah dan membuat animasi dari objek bitmap.

Fitur-fitur yang tardapat pada program Macromedia Flash Pro 8 diantaranya adalah : Gradient, Flash type, Stage, Panel, Stroke, Single library, objek level undo.

2.4 Belajar

Menurut Slameto (1995:2) belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Pendapat Slameto ini didukung pula oleh Arsyad (2002:1) yang menyatakan bahwa Belajar merupakan suatu proses yang kompleks yang terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya.Oleh karena itu, belajar dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Salah satu pertanda bahwa seseorang itu telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku pada diri orang itu yang disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan, keterampilan, atau sikapnya.Interaksi yang terjadi selama proses belajar dipengaruhi oleh lingkungannya, yang antara lain terdiri atas murid, guru, sumber belajar dan fasilitas (proyektor overhead, radio, komputer dan perpustakaan),sehingga dalam proses pengajaran,unsur proses belajar memegang peranan yang vital.Apabila multimedia pembelajaran dipilih, dikembangkan dan digunakan secara tepat dan baik, akan memberi manfaat yang sangat besar bagi para guru dan siswa.Secara umum manfaat yang dapat diperoleh adalah proses pembelajaran lebih menarik,dan lebih interaktif.Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks. Sebagai tindakan maka belajar hanya dialami oleh siswa sendiri. Siswa adalah penentu terjadinya atau tidak terjadinya proses belajar. Proses belajar terjadi berkat siswa memperoleh sesuatu yang ada di lingkungan sekitar.

2.5 Prestasi Belajar

Dalam suatu evaluasi pembelajaran prestasi yang diperoleh oleh siswa merupakan  hasil yang telah dicapai individu sebagai bukti keberhasilan dari usaha yang dilakukannya dalam kegiatan belajar di sekolah maupun di luar sekolah. Hasil penilaian belajarnya dalam bentuk angka.Tujuan dari proses adalah mengharapkan adanya perubahan tingkah laku dan peningkatan pengetahuan dari individu yang dapat dinyatakan dalam suatu kemampuan, penembahan dan penguasaan materi  (ilmu pengetahuan) yang lazim kita sebut sebagai prestasi belajar.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia”Prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dilambangkan melalui mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes dalam bentuk angka atau nilai yang diberikan oleh guru” (Depdiknas, 2002:895).

Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan prestasi belajar adalah tingkat keberhasilan dalam belajar yang dapat berupa penguasaan atau keterampilan bahkan sikap yang ditunjukkan dalam nilai tes yang diberikan oleh guru.

Menurut Sudjana (1989:111–112) mengemukakan ada beberapa macam penilaian prestasi belajar yaitu :

  1. Untuk mengetahui tercapai atau tidaknya tujuan pengajaran, dalam hal ini tujuan instruksional. Dengan kata lain rumusan tujuan hendaknya berisi jenis-jenis kemampuan atau tingkah laku yang guru harapkan dimiliki oleh siswa setelah mengikuti pelajaran yang diberikan.
  2. Untuk mengetahui keefektifan proses belajar-mengajar yang telah dilakukan guru, dalam hal ini dapat melihat sejauh mana siswa dapat menyerap atau menangkap suatu materi pelajaran yang diberikan oleh guru.

2.6       Ekosistem

Pengertian Ekosistem

Hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan mahluk hidup lain, serta dengan benda tak hidup dilingkungannya membentuk ekosistem. Komponen ekosistem terdiri dari komponen abiotik dan komponen biotik.

Koponen abiotik dilingkungan meliputi udara (yang tesusun atas nitrogen, oksigen, karbon dioksida, dan gas lainya), angin, kelembaban, air, tanah, mineral, cahaya, suhu, pH, salinitas, dan lainnya. Sedangkan komponen biotik terdiri atas tumbuhan, hewan (termasuk manusia), dan mikroorganisme. Berdasarkan peranannya dalam ekosistem, komponen biotik dapat dibedakan jadi produser, konsumer, dan dekomposer.

Dalam ekosistem juga dikenal aliran energi yang didalamnya terdapat daur biokimia seperti siklus Nitrogen, siklus karbon dan Oksigen, siklus air, siklus Belerang, dan siklus Fosfor.

  1. Metodelogi Penelitian

3.1       Variabel Penelitian

Variabel dalam penelitian ini ada dua yaitu variabel bebas dan terikat. Variabel bebasnya adalah Media Animasi Komputer, sedangkan variabel terikat adalah prestasi belajar siswa pada mata pelajaran biologi.

3.2       Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional yang berkaitan dengan variabel yang akan diukur dalam penelitian ini adalah :

1. Prestasi belajar adalah tingkat keberhasilan dalam belajar yang dapat berupa   penguasaan materi atau keterampilan bahkan sikap yang ditunjukkan dalam nilai tes yang diberikan oleh guru.

2.  Animasi adalah gagasan atau pesan yang diungkapkan dengan gambar,tulisan (angka   dan kata), peta, grafik dan sebagainya yang dibuat hidup/bergerak.

3.3         Subjek Penelitian

Subjek Penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Indralaya yang berjumlah 32 orang.

3. 4      Jenis Penelitian

Jenis Penelitian yang di gunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang terdiri dari tiga siklus, setiap siklus tindakan terdiri dari rencana (planning), tindakan (action), observasi (observation) dan refleksi (reflection).

  1. A. Tahap Diagnostik

Pada tahap diagnostik ini dilakukan observasi langsung ke sekolah (angket,dokumen hasil belajar siswa,dan wawancara dengan guru).Dari hasil observasi ini didapatkan bahwa rendahnya hasil belajar biologi siswa kelas X disebabkan karena :

1. Siswa kesulitan dalam memahami konsep – konsep biologi.

2. Kesulitan dalam memahami konsep ini selain dipengaruhi oleh faktor pribadi yang kurang tertarik dalam mempelajari biologi, juga dipengaruhi oleh keterbatasan media yang digunakan guru dalam mengajar sehingga kurang mampu membantu guru dalam menanamkan konsep-konsep biologi kepada peserta didiknya

B.      Tahap Penelitian

Siklus I

  • Waktu                                           :  4 x 45 menit
  1. Tahap Perencanaan
    1. Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dalam proses belajar    mengajar.
      1. Membuat media pembelajaran animasi komputer.
  2. Menyiapkan sumber belajar (Buku Biologi SMA Jilid karangan Istamar Syamsuri dan buku pendukung lainnya) .
    1. Membuat soal tes untuk materi ekositem .
    2. Membuat kunci jawaban untuk soal tes ekosistem.
    3. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
    4. Membuat lembar obervasi untuk siswa.
    5. Tahap Tindakan
      1. Pendahuluan
  • Ø Guru mempersiapkan media yang dipakai dalam pengajaran.
  • Ø Guru memberikan apersepsi pada siswa.
  1. Kegiatan inti
  • Ø Guru menyajikan materi pelajaran dengan metode ceramah menggunakan media animasi komputer .
  • Ø Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya
  • Ø Guru meminta siswa menjawab soal-soal latihan yang ada di LKS
  • Ø Guru meminta siswa mengumpulkan jawaban soal-soal latihan di LKS tersebut
  • Ø Guru berdiskusi dengan siswa membahas soal – soal latihan tersebut

3. Kegiatan akhir

  • Ø Guru membimbing siswa dalam menyimpulkan hasil pembelajaran
  • Ø Melaksanakan tes akhir

c.    Tahap Observasi

Pada tahap ini dilakukan pengamatan terhadap proses yang terjadi dalam tindakan pembelajaran.(deskriptor terlampir).

d.   Tahap Refleksi

Hasil pengamatan dianalisis untuk memperoleh gambaran bagaimana dampak dari tindakan yang di lakukan, hal apa saja yang harus menjadi perhatian pada tindakan berikutnya.

3.6       Teknik Pengumpulan Data

1.         Tes

Untuk mendapatkan gambaran mengenai prestasi belajar siswa setelah diberikan tindakan maka diadakan tes setiap akhir siklus.

2.         Observasi

Observasi dilakukan dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap objek yang diamati dan melakukan pencatatan hasil pengamatan. Peneliti menggunakan pedoman observasi yang berisikan deskriptor – deskriptor untuk mengamati  kegiatan siswa pada saat proses pembelajaran BIOLOGI berlangsung. Data dari observasi ini akan digunakan sebagai data penunjang

3.7        Analisa Data

1.         Tes

Untuk mengukur hasil belajar siswa dalam penelitian tindakan kelas ini maka di lakukan perbandingan nilai rata-rata dengan syarat T3>T2>T1>T0,di mana :

T0 = Tes yang diambil sebelum adanya perlakuan dalam hal ini sebelum diterapkan media animasi komputer.

T1  =  Nilai hasil belajar setelah tindakan pada siklus I.

T2  =  Nilai hasil belajar setelah tindakan pada siklus II.

T3  =  Nilai hasil belajar setelah tindakan pada siklus III.

Siswa di katakan tuntas belajar bila mencapai nilai ≥ 65 dan suatu kelas di nyatakan telah tuntas belajar jika 85% siswa mencapai nilai ≥ 65,sedangkan untuk mencari nilai rata-rata digunakan rumus :

Dimana :  X     =  nilai rata-rata

∑x   =  Jumlah nilai yang di peroleh seluruh siswa

N    =   Banyaknya subjek (sudjana,2005)

Setelah data hasil belajar dikumpulkan maka hasil perhitungan dapat dikonversikan berdasarkan tabel 1 berikut ini :

Tabel 1: Kategori Penilaian

Nilai Kategori nilai
≥ 8,5 Sangat baik
7,5 – 8,4 Baik
6,5 – 7,4 Cukup
5,5 – 6,4 Kurang
≤ 5,4 Sangat kurang

(Arikunto,1993:245)

2.         Observasi

Untuk menentukan nilai observasi terhadap aktifitas belajar siswa dinyatakan dengan kategori dan kriteria yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Untuk melihat persentase keaktifan pada masing-masing deskriptor digunakan rumus:

dimana,

skor aktivitas                     : jumlah siswa yang melakukan aktivitas pada masing – masing deskriptor

skor total aktivitas             : jumlah siswa yang melakukan aktivitas pada semua deskriptor

Dari data diatas dapat diperoleh persentase keaktifan kelas, dengan menggunakan rumus :

dimana rata-rata keaktifan siswa diperoleh dari jumlah seluruh siswa yang melakukan aktivitas pada semua deskriptor dibagi dengan jumlah deskriptor yang diamati.

Tabel 2:  Katagori dan Kriteria keaktifan siswa

Nilai Kategori Penilaian keaktifan
81 – 100

61 – 80

41 – 60

21 – 40

≤ 20

Sangat Baik

Baik

Cukup

Kurang

Sangat Kurang

(Sudjana, 2005: 133)


Daftar Pustaka

Adjie, S. 2005. Macromedia Flash Professional 8. Lampung: Dian Rakyat.

Arikunto. 2001. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Arsyad, Azhar. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Bunafit Komputer.2008.Kreasi Efek Dan Animasi Dengan Flash CS 3.Jakarta:PT Elekmedia Komputindo.

Depdiknas.2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

FKIP Universitas Sriwijaya. 2005. Buku Pedoman FKIP. Indralaya: Universitas Sriwijaya

Hamalik, Oemar. 1994. Media Pendidikan. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Hamalik,Oemar. 2001. Proses Belajar Mengajar. Bandung:Bumi Aksara.

Hartati.2007.Pengaruh Media Visualisasi Animasi Komputer terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Pokok Bahasan Ikatan BIOLOGI di Kelas X di SMA Negeri 10 Palembang.Inderalaya :FKIP UNSRI.

Nurrochmah,Siti.2005.Media Pembelajaran BIOLOGI.Yokyakarta : UNY.

Oktaviani,Cindy.2008. Penggunaan Multimedia Interaktif Dalam Pembelajaran Hidrokarbon di Kelas X SMA N I Inderalaya.Inderalaya : FKIP UNSRI.

Sudjana. 1992. Metode Statistika. Bandung: Tarsito

Slameto.1995. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 8 April 2010 in Biologi

 

2 responses to “BIOLOGI

  1. Copii

    2 Agustus 2010 at 04:10

    makasi… lam kenal….

     
  2. masbudhi

    7 Agustus 2010 at 22:02

    ukey, lam knal jg ya.. n mksih dah brknjung..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: